Wirid ini merupakan pusat dan puncak ritual Khalwatiyah. Seperti tarekat sufi lainnya, Tarekat Khalwatiyah juga mengenal sebuah amalan yang disebut Al-Asma’ As-Sab’ah (tujuh nama). Yakni, tujuh macam dzikir atau tujuh tingkatan jiwa yang harus dibaca oleh setiap murid (salik). Dzikir pertama adalah La Ilaaha Illallah (pengakuan bahwa tiada Tokoh Tarekat Qadiriyah. Pendiri tarekat ini adalah ‘Abdul Qadir al-Jaelani al-Baghdadi (1077-1166 M), kadang-kadang disebut al-Jilli. Syaikh ‘Abdul Qadir al-Jailani seorang alim dan zahid, beliau dianggap qutubul ‘aqtab (derajat penghulu tertinggi) oleh pengikutnya. Beliau dikenal sebagai ahli fiqih pertama yang terkenal dalam mazhab Antikolonialisme Tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah di Pulau Jawa, (Bandung: Pustaka Hidayah, 2002), hlm ditulis oleh Syekh Ars yad itu merupakan bentuk adab dan tata cara dzikir . Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah. Thoriqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah ( Arab: طريقة القادِريّة واانّقشبنديّه) atau singkatnya TQN adalah aliran Tarekat Sufi yang didirikan oleh Hadhratus-Syeikh Ahmad Khōtib Syambās ibni ʿAbdul Ghaffār di Mekkah pada awal abad ke-13 H (abad ke-19 M). Tarekat ini merupakan Namanya sama dengan yang ada dalarn Tarekat Naqsyabandiyah, sedangkan filosofinya lebih dekat dengan yang ada dalam Tarekat Qadiriyah. Muraqabah Wilayatul ‘Ulya, Muraqabah jenis ini hanya ada dalam ajaran Tarekat Naqsyabandiyah. Walaupun menggunakan nama yang berbeda (terkadang juga disebut dengan nama yang sama), tetapi cara dan sasarannya sama. Vay Tiền Trả Góp 24 Tháng.

tata cara dzikir tarekat naqsyabandiyah