Selaintarian rakyat tari daerah Jawa Tengah juga diwarnai oleh tarian istana yang berkembang dalam lingkup Keraton Surakarta Tari Klasik Gaya Surakarta. Perkembangan saat ini tarian serimpi. Dalam hal ini Jawa Tengah merupakan wilayah yang sangat menonjol mewakili kebudayaan Jawa dan seni tari banyak tercipta sebagai produk budayanya. TariGerang Lameng adalah merupakan tarian yang dipertunjukan pada upacara khitanan. Tari ini berupa upacara selamat serta mohon berkat kepada Tuhan agar yang di khitan sehat lahir batin dan sukses dalam hidupnya. Tari memunang adalah merupakan sebuah tarian yang berasal dari Pulau Rote, serang peria yang meminang seorang gadis. Tariandaerah merupakan tarian yang berkembang di suatu daerah dan menciptakan suatu identitas budaya dari masyarakat di daerah tersebut. Tari Serimpi Sangupati: D.I. Yogyakarta: 339: Tari Bedaya: D.I. Yogyakarta: 340: Tari Merak: D.I. Yogyakarta: 341: 7+ Contoh Surat Lamaran Kerja Tulis Tangan yang Baik dan Benar. Tinggalkan komentar Yangmerupakan daerah istimewa yang memiliki berbagai macam budaya, adat, dan kebiasaan-kebiasaan tertentu, dan tentunya tidak ada di daerah Indonesia yang lainnya. Tari Serimpi Sangupati, sebuah tarian keraton pada masa lalu disertai suara gamelan dengan gerak tari yang lembut dan menawan hati. TarianTradisional : Tari Serimpi Sangupati, Tari Bedaya Rumah Adat : Rumah Bangsal Kencono, Rumah Joglo Tarian Serimpi merupakan tarian yang berasal dari Yogyakarta. Tarian ini ditarikan oleh 4 orang putri yang diiringi oleh musik gamelan Jawa. Dari hasil analisa kimia terhadap berberapa contoh air limbah rumah sakit yang ada di DKI Vay Tiền Online Chuyển Khoản Ngay. Seni budaya Indonesia sangat beranekaragam. Bahkan tidak jarang warisan luhur tersebut menjadi identitas daerah serta bangsa. Salah satunya adalah seni tari, yaitu salah satu cabang kesenian berupa gerakan tubuh secara berirama sebagai media pengungkapan. Sebelumnya, telah membahas mengenai tarian daerah dari seluruh provinsi di Indonesia. Dimana salah satunya adalah adalah Tari Serimpi yang akan kita ulas lebih lengkap. Tari Serimpi adalah salah satu jenis tarian yang berasal dari daerah Yogyakarta dan Surakarta. Pada mulanya, tarian jawa klasik ini merupakan sajian dan tradisi yang dilakukan di lingungan Keraton Kasultanan Mataram. Hingga saat ini, tarian ini masih berkembang dan tetap dilestarikan. Sejarah Tari SerimpiLakon Tari SerimpiMakna Tari SerimpiFungsi Tari SerimpiBusana dan Properti PenariGerakan Tari SerimpiPola LantaiAlat Musik PengiringJenis Tari SerimpiKeunikan Tari Serimpi Hampi seluruh jenis tari mempunyai sejarah yang menjadi latar belakangnya, begitu pun dengan tari serimpi. Tarian ini berawal pada masa kerajaan Mataram saa Sultan Agung bertahta pada tahun 1613 hingga 1646. Tari serimpi termasuk karya seni tertua di Jawa dan dianggap memiliki keskaralan serta kesucian karena hanya digelar di Kawasan keraton sebagai bagian dari ritual. Pada masa itu, hanya penari-penari terpilih yang diperbolehkan membawakan tarian ini. Kemudian saat kerajaan Mataram mengalami perpecahan pada tahun 1755 menjadi Kasultanan Yogyakarta dan Kasultanan Surakarta, tarian ini pun terkenan dampaknya. Dampaknya adalah adanya perbedaan gerakan antara tari serimpi Jogja dan Surakarta, meskipun keduanya memiliki inti tarian yang sama. Tarian ini terpecah menjadi beberapa jenis, seperti Serimpi Dhempel, Serimpi Babul Layar, Serimpi Genjung, Serimpi Padhelori, Serimpi Among Beksa, Serimpi Cina, dan Serimpi Pramugari yang berkembang di keratorn Yogyakarta. Selanjutnya pada tahun 1788 sampai 1820, tarian ini muncul kembali di lingkungan Keraton Surakarta. Bahkan sejak tahun 1920 hingga saat ini, tarian ini masuk dalam pelajaran Taman Siswa Jogja, serta kelompok tari dan karawitan Krida Beksa Wirama. Selain dikenal sebagai tari serimpi, awalnya tarian ini juga dinamakan srimpi sangopati yang memiliki makna kandidat penerus raja. Sebab kata serimpi mempunya arti perempuan. Akan tetapi, ada pula pendapat dari Dr. Priyono yang menyatakan bahwa “serimpi” berasal dari kata dasar “impi” yang berarti mimpi. Lakon Tari Serimpi Dalam pagelaran tari serimpi, biasanya menggambarkan perang pahlawan-pahlawan dalam cerita Menak, Purwa, Mahabarata, Ramayanan serta Sejarah Jawa lainnya. Tarian ini juga mengisahkan pepeperangan melalui lambing dua kubu, yaitu satu kubu yang terdiri dari penari yang terlibat dalam pertempuran. Tema dalam tarian serimpi memiliki kesamaan dengan tepa pada Tari Bedhaya Sanga, yakni menceritakan pertikaian antara dua hal yang bertolak berlakang. Tarian serimpi menggambarkan peperangan antara kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kesalahan, serta pertentangan akal dan nafsu manusia. Tarian ini juga mengambil kehidupan atau falsafah ketimuran. Selain itu, juga menjadi simbol pertarungan antara kebaikan dan kejahatan yang terus berkelanjutan. Ekspresi peperangan terlihat helas dari gerakan yang ditampilkan oleh penari. Penari yang berjumlah dua pasang akan melawan prajurit lain dengan bantuan properti tari berupa senjata. Senjata yang digunakan dalam tari serimpi, antara lain keris kecil atau cundruk, jembeng atau perisai, serta tombak pendek. Pada abad ke-19 atau dibawah pemerintahan Sri Sultan Hagmengkubuwana VII, tarian ini juga menggunakan alat seperti pistol yang ditembakkan ke bawah. Makna Tari Serimpi Tarian ini melambangkan kelembutan dan keanggunan wanita Yogyakarta sebagai gambaran makna karakter perempuan Jawa yang sesungguhnya. Dalam peranannya, perempuan Jawa wajib mempunyai tutur kata halus serta lembut dalam berperilaku. Tari serimpi dapat dibagi menjadi beberapa jenis yang masing-masing mempunyai makna dan filosofi tersendiri sesuai tokoh yang diceritakan. Misalnya pada serimpi padhlori yang mengisahkan kesedihan cinta segitiga. Akan tetapi dari sekian banyak jenis tarian serimpi, jenis serimpi sangupati adalah yang paling banyak dipentaskan. Tarian ini mengisahkan tentang calon raja atau putra mahkota yang diharapkan menjadi pengganti raja untuk melanjutkan kekuasaan kerajaan. Fungsi Tari Serimpi Seperti jenis tarian Jawa Tengah dan Yogyakarta pada umumnya, tari serimpi merupakan tarian yang berasal dari lingkungan keraton. Pada awalnya, tarian ini hanya boleh ditampilkan di lingkungan keraton. Pada zaman dulu, tarian ini digelar saat acara pengukugan sultan atau raja baru, serta acara kenegaraan di keraton. Akan tetapi seiring perkembangan waktu, tarian ini juga dipentaskan oleh masyarakat umum sebgai tari hiburan. Busana dan Properti Penari Selain gerakan penari serimpi yang gemulai dan lemah lembut, para penari juga tampil cantik dengan kostum dan hiasan khas Jawa. Pada masa lalu, penari serimpi selalu mengenakan pakaian pengantin putri Yogyakarta. Akan tetapi saat ini busana penari telah berkembang dan berganti dengan mengenakan baju tanpa lengan bagian atas, serta bagian bawah mengenakan kain jarik bermotif batik. Kepala penari dihias dengan gelungan, bunga, serta hiasan berupa bulung burung kasuari. Agar penampilan peanri semakin cantik, digunakan pula beberapa aksesoris tambahan seperti kalung, gelang dan anting. Kemudian untuk mempertegas gerakan yang dilakukan penari, turut pula selendang yang diikatkan di pinggang, serta keris yang diselipkan di bagian depan perut menyilang ke kiri. Gerakan Tari Serimpi Tarian serimpi mempunya gerakan dengan tempo yang sangat halus. Gerakan tersebut dilakukan penari dengan sangat pelan dan hal tersebut menjadi ciri utama tarian ini. Gerakan kepala, kaki dan tangan harus dilakukan secara harmonis sehingga makna dan simbolnya dapat sampai ke penonton. Untuk jenis tarian serimpi yang heroik pun perpindahan antara tempo pelan ke cepat dan sebaliknya harus tetap diatur. Setidaknya ada 3 istilah gerakan dasar dalam tarian ini, antara lain Maju Gawang Maju gawang adalah gerakan berjalan saat penari memasuki arena pentas. Gerakan ini juga disebut kapang-kapang yang mengharuskan penari untuk berjalan belok ke kiri atau ke kanan sesuai pola lantai yang dikehendaki. Gerakan maju gawang diakhiri dengan duduk yang mengartikan penari siap untuk menari. Pokok Gerakan pokok adalah gerakan inti yang menampilkan adegan sesuai alur cerita yang akan disampaikan. Jika tari serimpi menceritakan peperangan, maka properti yang digunakan adalah keris. Mundur Gawang Jika maju gawang adalah saat masuknya penari ke arena pentas, maka mundur gawang adalah gerakan akhir pada pementasan tari serimpi dengan keluarnya penari dari panggung pagelaran. Pola Lantai Dalam membawakan tari serimpi, pola lantai yang digunakan adalah pola horizontal atau lurus. Para penari akan membentuk barisan berjajar secara lurus dan tidak berpindah. Dengan kata lain, penari hanya berada pada satu posisi. Pola lantai ini digunakan karena sesuai dengan tempo serta gerakan tarian serimpi yang lembut dan gemulai. Alat Musik Pengiring Seni tari serimpi adalah bagian dari warisan budaya Jawa, oleh sebab itu dalam penampilannya juga diiringi oleh gamelan Jawa. Saat penari memasuki dan keluar pentas, akan diiringi oleh gending sabrangan. Kemudian diikuti gendhing ageng atau tengahan, serta hending ladrang. Sedangkan pada adegan peperangan akan diiringi ayak-ayakan dan srebengan. Jenis Tari Serimpi Tarian serimpi mengalami perkembangan pesat dari segi waktu pementasan, pakaian, hingga gerakan. Adanya perkembangan tersebut menyebabkan lahirnya berbagai macam tari serimpi lain, akan tetapi jenis-jenis lain tersebut tetap mempertahankan unsur inti tarian. Berikut ini adalah jenis tarian serimpi yang ada di Indonesia, yaitu Tari Serimpi China merupakan salah satu jenis tarian putri yang berasal dari keraton Ngayogyakarta. Sesuai dengan namanya, tarian ini mendapat pengaruh dari budaya China yang nampak pada kostum yang dikenakan oleh Serimpi Padelori merupakan jenis tarian yang diciptakan oleh Sultan Hamengkubuwana VI dan VII. Tarian serimpi ini dilengkapi dengan peralatan berupa pistol dan keris kecil yang disebut cundrik. Jenis tari serim padhelori mengngakat kisa Menak, yakni perang antara Dewi Sirtu Palaeli dan Dewi Serimpi Merak Kasimpir adalah tarian yang diciptakan oleh Sultan Hamengkubuwana VII. Ciri tarian ini adalah adalanya peralatan khusus, yaitu pistol dan panah atau jemparing. Salah satu yang menjadi daya tarik serimpi merak adalah penggunan instruman musik berupa gendhing merak Serimpi Gendangwati merupakan tarian yang diciptakan oleh Sultan Hamengkubuwana V. Jenis tari ini dipentaskan oleh lima orang penari yang menceritakan hubungan kekuatan ghaib, yakni kisah Angling Darmo. Properti tambahan yang digunakan penari serimpi adalah sebatang pohon dan seekor burung mliwis Serimpi Sangupati adalah tarian serimpi yang diciptakan oleh Pakubuwana IX yang sebenarnya adalah karya dari Pakubuwana IV yang memegang kekuasaan Keraton Surakarta Hadiningrat pada tahun 1788 sampai 1820. Nama sangupati berasal dari kata “sang pati” yang artinya adalah calon pengganti raja. Tarian ini dipentaskan ketika pemberian tahta oleh dua orang penari wanita. Selain itu, tarian ini juga melambangkan kematian bagi Serimpi Anglirmendhug adalah tarian yang digubah oleh Mangkunagara I. Pada awalnya tarian ini dimainkan oleh 7 orang penari, namun saat ini biasanya dilakukan oleh 4 orang Serimpi Ludira Madu merupakan tarian ciptaan Pakubuwana V saat menjadi putra mahkota Keraton Surakarta. Pada saat itu, beliau mendapat julukan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom. Tujuan dari penciptaan tarian ini adalah untuk mengenag sang ibu yang masih keturunan Madura, yaitu Adipati Cakraningrat dari Pamekasan. Keunikan Tari Serimpi Sama seperti tari daerah lainnya, tarian serimpi juga memiliki sisi unik yang berbeda. Keunikan tersebut menjadi ciri khas tari serimpi, antara lain Dilakukan Oleh Empat Orang Penari – Tarian yang berasal dari Jogja dan Solo ini disajikan dengan gerakan gemulai dan anggun. Gerakan tersebut adalah gambaran kesopanan, budi pekerti, serta lemah lembut yang menjadi karakter wanita Jawa. Tari serimpi dilakukan oleh empat orang penari. Meski ditarikan dalam jumlah penari sedikit, namun tarian ini tetap memberikan makna Kedudukan Istimewa di Keraton – Pada zaman dulu hingga saat ini, tarian ini memiliki posisi istimewa di kalangan keraton. Bahkan tarian ini tidak dapat disandingkan dengan tarian lain karena sangat Suci dan Sakral – Karena mempunya tingkat kesucian dan kesakralan yang tinggi, maka tarian ini menjadi pusaka yang melambangkan kekuasaan Dipentaskan Oleh Orang Terpilih – Masih berkaitan dengan kesakralan tari serimpi, maka tarian ini tidak boleh dimainkan oleh sembarang orang. Hanya penari terpilih yang lolos seleksi ketat sesuai kriteria yang boleh Membutuhkan Sesajen – Meski tarian ini dikeramatkan, akan tetapi saat pementasan akan dilakukan tidak perlu menggunakan sesajen. Sesajen hanya dibutuhkan saat moemn atau upacara adat Jenis Tari Serimpi – Sejrah kasultanan yang terbelah menjadi dua menjadikan tarian ini memiliki banyak jenis dan variasi yang berkembang di Surakarta dan di Luar Keraton – Meski menjadi tarian yang sakral, namun tari serimpi juga berkembang di luar keraton. Tari tersebut disebut serimpi lima karena ditarikan oleh 5 penari. Tari ini berkembang di desa Ngadireso, Poncokusumo, Malang, Jawa Timur. Tarian serimpi lima umumnya digelar untuk membersihkan diri dari berbagai aura negatif serta menghilangkan nasib buruk. Itulah penjelasan mengenai tarian tradisional serimpi. Sebagai generasi penerus bangsa, sudah selayaknya tarian ini terus dilestarikan melalui berbagai cara, seperti pagelaran, serta mempelajari gerakan-gerakannya. AdaHobi, Tari Serimpi – Mungkin ada diantara sobat hobi yang belum tau tentang apa itu tari serimpi. Sehingga mempunyai beberapa pertanyaan dalam diri seperti, berasal dari daerah serta provinsi mana tarian ini? Bagaimana sejarah serta makna dari tari serimpi? Karena adanya pertanyaan itu AdaHobi kini menyajikan pembahasan tentang tari serimpi, sesuai dengan pertanyaan yang sering sobat hobi utarakan. Sebagai pecinta seni tradisional khususnya budaya tari, alangkah baiknya kita mengenali tradisi seni warisan leluhur dan orang-orang terdahulu. Sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan, serta rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmatnya. Mari kita simak pembahasan ini sampai selesai, untuk menambah pengetahuan dan wawasan sebagai generasi bangsa Indonesia. Dari Mana Tari Serimpi Berasal? Tari serimpi merupakan tarian yang keberadaannya sudah ada sejak Kerajaan Mataram Islam berdiri, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo. Tepatnya tarian serimpi berasal dari daerah Jawa Tengah Provinsi Yogyakarta. Pada zamannya tarian ini hanya ditarikan di lingkungan kerajaan atau keraton saja. Adanya hal itu karena tari serimpi dianggap bukan hanya tarian seni semata, namun dianggap juga sebagai suatu pusaka milik keraton yang sifatnya luhur. Sejarah Tari Serimpi Sebagian orang dari kita, mungkin ada yang belum tau bagaimana sejarah kemunculan tari serimpi. Pada tahun 1613-1646 tari serimpi merupakan salah satu wujud kejayaan dari Kerajaan Mataram, dibawah pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo. Di masa itu, para masyarakat dan orang kerajaan menganggap tari serimpi sakral, karena hanya ditampilkan pada lingkungan keraton saja. Biasanya pihak keraton menampilkan tarian serimpi sebagai acara ritual kenaikan tahta sultan, maupun untuk acara kenegaraan lainnya. Kemudian seiring berjalannya waktu, Kerajaan Mataram pada tahun 1775 terbagi menjadi dua bagian. Adapun dua bagian itu adalah Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta di Solo. Terbaginya Kerajaan Mataram menjadi dua bagian berimbas juga pada gerakan Tari Serimpi yang berbeda pada kedua kesultanan tersebut. Walau gerakan tari itu berbeda namun tari serimpi dari kedua kesultanan itu memiliki makna yang sama. Di Tahun 1788-1820 tari serimpi mulai muncul lagi keberadaannya di Keraton Surakarta. Kemudian pada pada tahun 1920 keraton Yogyakarta mulai memasukkan tarian klasik ini ke dalam mata pelajaran taman-taman siswa, maupun perkumpulan tari dan karawitan. Ketika Indonesia merdeka, tari serimpi mulai diajarkan pada akademi-akademi seni tari serta kerawitan pemerintahan. Asal Nama Tari Serimpi Asal usul kata tari serimpi ini sebenarnya berawal dari kata “serimpi” yang memiliki arti “perempuan“. Namun pada mulanya tari serimpi ini masih disebut dengan “serimpi sengopati” dengan arti “calon pengganti raja“. Namun ada pendapat lain dari seorang ilmuan yaitu yang mengartikan bahwa nama serimpi berasal dari kata “impi” yang berarti “mimpi“. Maksud dari kata impi memiliki makna yaitu ketika penonton menyaksikan pagelaran tari serimpi mereka seakan berada di alam mimpi. Karena tarian yang disaksikan menunjukkan suatu gerakan lemah gemulai dan anggun yang disertai alur cerita selama ¼ jam sampai satu jam. Fungsi dan Makna Gerakan Tari Serimpi Fungsi tari serimpi ini awalnya digunakan untuk tarian dalam acara pengukuhan raju atau sultan baru, akan tetapi dengan perkembangan zaman tari serimpi berubah fungsi sebagai media hiburan baik untuk keluarga kerajaan maupaun masyarakat umum. Tari serimpi sendiri memiliki makna yang mendalam dari setiap gerakan yang dilakukan. Adapun dalam gerakan tersebut akan terilhat sangat lemah gemulai nan anggun dan diiringi gamelan yang melambangkan suatu kehalusan budi pekerti, suatu kesopanan, serta kelemah-lembutan. Pada suatu acara, biasanya tarian serimpi ini akan disajikan di bagian awal pembuka pada susunan acara yang diharapkan dapat menghibur para tamu undangan yang telah bersedia datang. Tari serimpi ditampilkan oleh berapa orang? Pada zaman Kerajaan Mataram tari serimpi ditampilkan oleh 4 orang yang diutus oleh pihak kerajaan. Namun sekarang 4 penari ini bisa ditampilkan oleh semua kalangan yang mempelajari mengenai tarian ini. 4 penari serimpi mempunyai simbol dan arti didalamnya, yaitu 4 unsur dunia dan juga 4 arah mata angin. Gerakan Tari Serimpi Pada saat melakukan pertunjukan tari serimpi, para penari melakukan gerakan yang pelan, halus dan lemah gemulai. Kemudian disetiap gerakan mereka diikuti iringan suara gamelan dan tembang cerita khas Jawa. Gerakan tari serimpi didominasi dengan gerakan kaki, tangan dan kepala sembari memainkan selendang yang diikatkan di pinggang. Pada dasar gerakannya, ada 3 jenis yang bisa kita pelajari, yaitu Maju Gawang Maju gawang merupakan gerakan pembuka saat penari serimpi berjalan menuju ke area pentas. Ketika sampai di arena pentas mereka berbelok ke arah kiri dan kanan menyesuaikan pola lantai yang dikehendaki. Kemudian diakhiri dengan sikap duduk dengan makna arti si penari siap untuk melakukan tarian pokok. Pokok Menampilkan adegan inti, yang melakukan adegan sesuai dengan alur cerita yang akan disampaikan ke penonton. Kemudian properti yang digunakan mengikuti sesuai apa yang hendak di ceritakan. Mundur Gawang Mundur gawang merupakan gerakan penutup pada pentas tari serimpi, dimana para penarinya berjalan keluar dari panggung pagelaran. Apa saja properti yang digunakan pada tari serimpi? Pada seni tari serimpi, adanya properti bisa menjadi nilai tambah untuk memperindah dalam menampilkan tarian kepada penonton. Properti yang digunakan disesuaikan dengan tema dan jenis tari serimpi yang akan disampaikan. Karena ada beberapa jenis ragamnya seperti padelori, china, merak kesimpir, sangupati, gendangwati, anglir mendung dan ludira madu. Berikut ini beberapa properti tari serimpi yang bisa anda ketahui. Baju Baju pengantin puteru Yogyakarta adalah busana yang biasa digunakan penari serimpi zaman dulu. Namun seiring berjalannya waktu, baju yang digunakan semakin berubah sampai saat ini menggunakan baju dodotan tanpa lengan berwarna hitam. Mekak Mekak merupakan baju luar dengan berbagai macam warna yang fungsinya sebagai busana tambahan. Warna yang dipilih ketika memakai mekak, disesuaikan dengan tema dan jenis tari serimpi yang akan ditampilkan. Selendang Selendang adalah salah satu properti yang harus ada keberadaannya ketika menampilkan tari serimpi. Selain itu, selendang yang digunakan memiliki ukuran panjang dengan motif batik pada bagian ujung serta bagian bawah. Sanggul Sanggul merupakan properti berbentuk oval atau bulat yang berfungsi untuk rambut tambahan pada penari serimpi. Karena berfungsi untuk rambut tambahan, sudah tentu sanggul dipasang dikepala untuk memperindah tampilan para penari. Adapun aksesoris lain ketika pemasangan sanggul adalah jepitan, peniti renteng, peniti ceplok, tusuk konde dan jebehan. Hiasan Kepala Burung Hiasan kepala burung kasuari wajib dikenakan oleh penari serimpi untuk aksesoris kepala. Bulu-bulu kasuari yang berjumbai indang mampu menambah keanggunan dan keindahan si penari. Centhung Properti ini dipakai sebagai hiasan kepala penari serimpi sebagai tambahan hiasan sanggul atau gelungan. Adanya centhung bertujuan untuk menampilkan keindahan para penari. Kokart Kokart adalah salah satu properti dari bahan pita dengan bentuk bunga yang digunakan pada sanggul kepala menghadap ke belakang. Biasanya kokart yang digunakan pada berwarna hitam serta hijau. Cunduk Mentul Berikut ini propeti yang bentuknya menyerupai bunga yang dipasang di bagian depan dengan posisi menghadap kedepan. Gelang Properti perhiasan dari bahan logam mulia yang digunakan penari serimpi sebagai hiasan tangan. Gelang ini dikenakan pada kedua pergelangan tangan penari baik sebelah kanan maupun kiri. Kalung Hampir sama seperti gelang, properti ini digunakan sebagai perhiasan yang berfungsi untuk memperindah bagian leher penari. Kalung yang dikenakan biasanya berbahan logam mulia yang sudah dibentuk sedemikian rupa. Anting-anting Anting-anting merupakan salah satu perhiasan yang dikenakan pada penari untuk mempercantik diri. Anting-anting yang digunakan berbahan logam maupun batu mulia yang berwarna emas maupun perak dengan desain simple dan elegan. Jarit Jarit adalah kain yang memiliki motif yang biasanya pada masyarakat disebut dengan jarik. Namun pada pementasannya, motif jarik yang dikenakan adalah motif parang dengan filosofi tidak gampang menyerah dan putus asa pada berbagai hal. Stagen Para penari tradisional khususnya khas jawa, rata-rata mengguanakan stagen untuk melengkapi properti busana mereka. Fungsinya sebagai sabuk untuk mengikat baju di bagian pinggang agar pakaian yang dikenakan tidak melorot dan lepas Sampur Sampur merupakan pakaian yang bentuknya panjang dan dilengkapi dengan aksesoris manik-manik renda dengan bahan payet serta mote. Properti ini digunakan sebagai pelengkap dalam dan biasanya warna hijau yang sering digunakan dalam pementasan. Slepe Properti busana ini bentuknya persegi panjang dengan warna keemasan pada bagian tengah yang berfungsi sebagai ikat pinggang. Adapun warna yang sering digunakan dari slepe adalah warna merah. Totokan Totokan dipasang dan diikatkan pada pinggang tepatnya dihadapan bagian pusar penari, yang fungsinya sebagai pengancing dari slepe. Sehingga properti ini bisa dikatakan sebagai pelengkap dari slepe. Keris Keris merupakan properti yang memiliki karakteristik dan diselipkan di stagen yang posisinya pada bagian depan. Dalam menyelipkan tidaklah sembarangan, sarungnya wajib disilangkan ke arah kiri. Filosofi dari keris ialah manunggaling kawula gusti yang artinya persatuan antara raja dan rakyatnya. Jembeng Bentuk dari properti jembeng bisa tergolong dalam jenis perisai. Properti ini digunakan untuk mendampingi keris pada saat menceritakan peperangan. Tombak Tombak adalah salah satu properti tambahan yang keberadaannya tergantung alur cerita yang disampaikan. Biasanya tombak digunakan ketika mengisahkan cerita perang yang fungsinya sebagai alat pembelaan diri. Bunga Melati Bunga melati menjadi properti yang digunakan pada gelungan rambut atau bagian sanggul tari serimpi khas Yogyakarta. Fungsi dari bunga melati sebagai hiasan untuk menambah kecantikan penarinya. Jenis-jenis Tari Serimpi Kini tari serimpi telah mengalami berbagai pengembangan baik dari segi durasi serta pakaian yang digunakan oleh penari. Berikut ini jenis tari serimpi yang bisa anda ketahui Sangupati Diciptakan oleh Pakubuwono IX yang awalnya karya dari Pakubuwono IV. Sangupati berasal dari karya Sang Pati yang artinya calon pengganti raja. Makna dari jenis ini adalah penari melakukan gerakan yang mencerminkan tentang pengendalian hawa nafsu. Anglirmendhung Disusun oleh Mangkunagara I yang awal penyusunan jumlah penarinya berjumlah 7 orang dan kemudian menjadi empat orang. Ludira Madu Diciptakan oleh Pakubuwono V yang maknanya sebagai pengenang ibundanya yang meninggal yang penarinya adalah 4 orang putri. Renggawati Diciptakan oleh Sultan Hamengkubuwono V, jumlah penarinya sebanyak 5 orang mengisahkan petikan cerita Angling Darmo dengan tambahan properti seekor burung mliwis putih dan sebatang pohon. China Tarian putri klasik di Istana Keraton Yogyakarta yang menggunakan kostum menyesuaikan dengan pakaian motif china. Padhelori Diciptakan oleh Sultan Hamengkubuwono VI dan VII, dalam pentas tari ini menggunakan properti cundrik dan pistol dengan tema cerita Menak perang tanfing antara Dewi Sirtu Pelaeli dengan Dewi Sudarawerti. Pistol Diciptakan oleh Sultan Hamengkubuwono VII, seperti namanya dalam pentas seni ini menggunakan properti pistol. Kasimpir Diciptakan oleh Sultan Hamengkubuwono VII, dalam menampilkan tarian ini menggunakan properti jemparing dan pistol yang diiringi musik gending merak kesimpir. Pramugari Diciptakan oleh Sultan Hamengkubuwono VII, tarian yang menggunakan properti pistol dan diiringi dengan gending pramugari. Video Tari Serimpi Pada saat jaman perpecahan, tarian ini memang masih dikenal sebagai tari kesenian sakral yang sifatnya khusus dipertunjukkan di dalam keraton. Tapi pada masa kemerdekaan Indonesia, kesenian tari ini mulai dikenalkan kepada masyarakat umum hingga sampai sekarang berkelanjutan sebagai hiburan kesenian. Nah demikian penjabaran tentang tari serimpi, kami harap bisa bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai seni tari di Indonesia. Apabila ada hal yang perlu diskusikan tentang tari serimpi ini, anda bisa tuliskan di kolom komentar. Tari Serimpi – Ragam tarian yang ada di Indonesia memang sangat banyak. Salah satu tarian daerah yang bisa dipelajari adalah Tari Serimpi dengan segala keunikannya. Tarian ini menjadi salah satu yang menarik untuk diulas karena segala aspek pendukung di dalamnya juga menarik. Oleh sebab itu, pembahasan kali ini akan menguraikannya. Bagi yang sedang mendalami tari tradisional, maka tarian ini juga tidak boleh dilewatkan untuk dipelajari. Mulai dari sejarah, fungsi, keunikan, hingga propertinya sudah jelas dan terkonsep dengan menyeluruh. Sehingga, semua sudah bisa dipahami dengan baik tanpa ada yang terlewat. Untuk uraiannya, simak secara lengkap di bawah ini Asal Tari Serimpi Tarian Serimpi adalah jenis tarian yang asalnya dari Yogyakarta. Secara khusus, tarian ini sudah ada di wilayah tersebut sejak zaman Kerajaan Mataram sedang dalam masa kejayaan. Lingkungan keraton merupakan cikal bakal tarian ini berdiri. Hal ini tentunya membuat tarian ini kental akan tradisi dan budaya setempat. Semua aspek yang ada dalam tarian ini tentunya sangat bermakna dan mendalam dari segi isinya. Jika menonton tarian ini, maka nuansa Jawa akan sangat terasa. Dengan adanya aspek ini, maka penonton bisa langsung menangkap isi tarian yang awalnya dari Jawa ini. Jadi secara struktural, tarian ini akan memancarkan kesan tradisional Jawa yang kental. Baca Juga Tari Seudati Sejarah Tari Serimpi Sejarah tari ini bermula dari Kerajaan Mataram yang waktu itu dipimpin oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo pada tahun 1613-1646. Waktu itu, Tari Serimpi adalah bentuk kejayaan kerajaan. Tarian ini juga tergolong sakral dan hanya ditampilkan di lingkungan keraton. Namun pada tahun 1775, Kerajaan Mataram terbagi menjadi dua. Imbasnya, tarian ini juga terbagi menjadi dua golongan dengan gerakan yang berbeda. Hingga pada tahun 1788-1820, tarian ini mulai dipakai lagi di Keraton Surakarta. Sedangkan di Keraton Yogyakarta, tarian ini mulai muncul dan masuk ke mata pelajaran secara penuh pada tahun 1920. Hingga saat ini, tarian ini juga masih menjadi aset budaya yang terus dilestarikan. Properti Tari Serimpi Komponen properti tentunya tidak boleh ketinggalan dalam pagelaran Tari Serimpi yang dilakukan. jenis properti yang ada dalam tarian ini juga tergolong banyak. Namun setiap propertinya wajib ada dan harus dilengkapi. Jika satu saja tidak ada, maka tarian ini tidak bisa dikatakan lengkap. Berikut daftar propertinya beserta dengan penjabaran yang ada 1. Baju Properti pertama yang wajib ada adalah baju. Penari yang menarikan tarian ini akan memakai baju dengan sebutan dodotan. Baju ini memiliki warna hitam polos dan akan menutupi tubuh bagian atas penari sebatas dada. Sedangkan dada ke atas hingga pundak tidak akan tertutupi oleh properti baju ini. 2. Mekak Selain baju yang disebut dodotan, ada juga properti bernama mekak. Mekak ini merupakan baju tambahan yang dipakai penari untuk menutupi dodotan. Tampilan mekak sendiri tergolong menarik karena sudah ditambah dengan beberapa ornamen menarik. Namun jika tidak ada mekak, biasanya penari akan menggantinya dengan rompi. 3. Selendang Selanjutnya ada selendang yang merupakan salah satu properti wajib tarian ini. Komponen selendang ini biasanya akan dipakai penari sebagai pelengkap dan akan dipasangkan di badan. Sedangkan untuk warnanya sendiri, lebih banyak akan memakai warna merah dengan corak putih. Selain itu, motifnya sendiri akan khusus memakai motif batik. 4. Sanggul Lalu ada juga properti sanggul yang akan dipakai penari di bagian kepala. Sama seperti tarian Jawa lainnya, properti sanggul tidak pernah ketinggalan. Namun bedanya, sanggul ini memiliki tatakan di bagian dasarnya sehingga bentuknya agar berbeda dengan sanggul pada umumnya. Namun fungsi utamanya masih sama yaitu untuk memperindah kepala penari. 5. Hiasan Kepala Burung Ada juga properti seperti kepala burung yang akan menghiasi kepala penari. Properti ini secara khusus dipakai sebagai tambahan aksesoris yang penuh dengan makna. Secara khusus, bentuk hiasan ini akan menyerupai kepala burung kasuari. Dengan pemakaiannya di kepala penari, maka keindahannya juga akan terpancar. 6. Centhung Sebagai tambahan, ada juga properti centhung yang dipakai di bagian tengah kepala. Jadi, properti ini akan diletakkan di bagian atas sanggul penari. Fungsi dari centhung ini adalah untuk memperindah tampilan kepala penari. Warna centhung ini beragam. Biasanya, pemakaiannya akan disesuaikan dengan warna kostum penarinya. 7. Kokarde Kokarde adalah jenis aksesoris lain yang juga dipasangkan di kepala penari. Bentuk properti ini menyerupai bentuk bunga yang bahan pembuatan utamanya adalah pita. Untuk peletakannya sendiri secara detail sanggul dengan menghadap ke belakang. Untuk jenis warnanya sendiri beragam, bisa hitam atau hijau. 8. Cunduk Mentul Jika kokarde dipakai dengan menghadap ke belakang, maka ada properti serupa bernama cunduk mentul yang akan dihadapkan ke depan. Bentuknya juga menyerupai bunga. Dengan memakai properti ini, maka komponen keindahan juga akan semakin terpancar pada penari. Hal ini juga sudah dijadikan patokan aksesoris penari. 9. Perhiasan sebagai Aksesoris Lalu ada juga perhiasan penari yang dipakai sebagai komponen aksesoris. Secara keseluruhan, penari akan memakai kalung, gelang, dan anting-anting di badannya. Semua properti ini umumnya memakai bahan logam dan memiliki warna dominan emas. Desainnya sendiri sangat menarik dengan beberapa ornamen dan ukiran. 10. Jarik Properti lain yang wajib ada adalah jarik. Kain ini merupakan properti wajib yang harus dipakai oleh penari. Untuk motifnya sendiri, secara khusus akan memakai batik motif parang. Pemilihan motif ini bukan tanpa alasan. Motif parang ini akan memberi arti tidak mudah menyerah. Tentunya, hal ini juga tersirat dalam tariannya. 11. Stagen Pakaian penari yang tersusun dari beberapa properti tentunya tidak akan terlalu kencang saat dipakai. Karena alasan ini, maka dibutuhkan properti lain yang bisa mengencangkan pakaian. Properti tambahan ini bernama stagen. Komponen ini akan dipasang di pinggang penari dengan beberapa corak mengelilinginya. 12. Sampur Selanjutnya ada properti sampur yang dipakai oleh penari. Sampur ini adalah kain yang memiliki warna mencolok dengan tambahan payet unik di dalamnya. Dengan sampur ini, maka setiap penari bisa memanfaatkannya saat gerakan tari dilakukan. Bisa dikatakan sampur ini masuk dalam properti wajib yang tidak boleh terlewat. 13. Slepe dan Totokan Selain stagen yang dipakai di pinggang, slepe juga akan dipakai oleh penari di tempat yang sama. Jika stagen dipakai untuk mengencangkan pakaian, slepe ini dipakai untuk memperindah bagian tersebut. Warna slepe ini bermacam-macam. Sedangkan totokan adalah benda pengait slepe saat proses pemasangan di pinggang dilakukan. 14. Keris Keris juga masuk dalam jajaran properti penting lainnya. Properti ini akan dipakai di bagian depan dan diselipkan di stagen. Peletakan stagen ini juga tidak bisa sembarangan. Saat diselipkan di stagen, keris ini harus menghadap ke bagian kiri. Hal ini harus diperhatikan dengan baik dan harus diikuti saat pemasangannya. 15. Jembeng Selain keris, properti lain yang wajib ada adalah jembeng. Properti ini memiliki bentuk seperti perisai yang unik dan menarik. Bagi penari, jembeng ini tergolong penting dan wajib ada dan harus dipakai. Jembeng ini juga bisa disimbolkan sebagai pendamping dari keris. Karena penting, maka properti ini akan selalu ada. 16. Tombak Seperti halnya keris dan jembeng, tombak juga masuk dalam properti tambahan lainnya. Meski masuk dalam jajaran properti Tarian Serimpi. Namun sebenarnya properti ini bisa dipakai dan bisa tidak. Jadi penggunaannya opsional tergantung cerita dan kisah yang akan ditampilkan dalam tarian ini secara menyeluruh. 17. Bunga Melati Properti terakhir yang ada dan dipakai oleh penari adalah bunga melati. Biasanya, bunga melati ini akan dirangkai sedemikian rupa dan akan dipasang di bagian kepala penari. Bunga yang disematkan di sanggul ini akan menjuntai hingga pundak. Dengan adanya komponen ini, maka tampilan penari bisa semakin indah. Baca Juga Tari Sigeh Pengunten Pola Lantai Tari Serimpi Secara struktural, Tari Serimpi ini memakai pola lurus dan horizontal di seluruh rangkaian tariannya. Dengan adanya pola lantai ini. Maka penari akan menggunakan pola yang tetap dan tidak berpindah-pindah. Penggunaan satu posisi dalam tarian ini juga termasuk patokan yang biasa dipakai dalam tariannya. Menggunakan pola lantai ini tentunya bukan tanpa alasan. Secara menyeluruh, gerakan tari ini termasuk yang lembut dan pelan. Sehingga, pola lantai yang dipakai juga sangat minimalis dan tidak banyak. Dengan adanya hal ini, maka bisa dipastikan pergerakannya akan lebih terstruktur dan tidak tidak terlalu intens. Baca Juga Tari Sintren Gerakan Tari Serimpi Gerakan untuk Tari Serimpi ini secara mendasar sangat beragam. Ada beberapa gerakan dasar yaitu pada bagian kaki, tangan, dan kepala. Namun jika dibedakan lagi, gerakan tarian ini dimasukkan dalam tiga golongan berbeda. Berikut adalah tiga jenis gerakan yang bisa ditemukan dalam tarian ini secara menyeluruh Maju gawang merupakan gerakan pembuka yang ditampilkan penari di awal tarian. Biasanya, gerakan ini dimulai saat pelari memasuki pentas. Pokok merupakan gerakan inti yang menceritakan kisah tariannya. Penonton bisa menarik makna tarian dari bagian ini. Mundur gawang merupakan gerakan akhir yang masuk dalam gerakan penutup pada tarian ini. Keunikan Tari Serimpi Tarian ini juga memiliki keunikan sendiri dalam penampilannya. Secara khusus, ada beberapa komponen unik dari Tari Serimpi yang bisa dipahami. Dengan memahami beberapa keunikan ini, maka makna dan arti penting dari tarian ini juga akan dipahami. Berikut beberapa keunikannya yang menarik untuk diketahui Penari dari tarian ini hanya orang-orang terpilih saja. Hal ini masih berkaitan dengan kesakralan tarian ini. Pada pementasannya, tidak diperlukan sesajen. Meski tarian ini masuk kategori yang sakral dan suci, namun tidak perlu sesajen untuk pagelarannya. Tarian ini terbagi menjadi dua jenis yang masuk dalam kategori Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta. Fungsi Tari Serimpi Awalnya, fungsi Tari Serimpi adalah sebagai ritual penting di keraton. Jadi, tarian ini hanya akan dipentaskan di acara sakral yang dilakukan di lingkungan keraton saja. Misalnya saat pengangkatan tahta, atau saat kegiatan suci lainnya. Fungsi yang satu ini terus dilakukan selama masa kerajaan masih berdiri. Namun seiring dengan perkembangan zaman, mulai terjadi pergeseran fungsi dari tarian ini. Saat ini Tarian Serimpi mulai banyak ditarikan di berbagai kesempatan. Masyarakat sudah bisa melihat tarian ini secara menyeluruh tanpa harus menunggu acara khusus. Tempat pagelarannya juga bisa di mana saja tanpa harus di keraton. Penutup Tari Serimpi Itulah penjelasan lengkap mengenai Tari Serimpi dan segala aspek pendukungnya. Dengan adanya penjabaran di atas, maka bisa dimanfaatkan untuk menambah wawasan. Mulai dari sejarah, keunikan, fungsi, hingga propertinya sudah ada dan diuraikan secara lengkap. Agar tidak ada yang salah, maka pahami setiap komponennya dengan baik. Tari Serimpi Connection timed out Error code 522 2023-06-16 170454 UTC What happened? The initial connection between Cloudflare's network and the origin web server timed out. As a result, the web page can not be displayed. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not completing requests. An Error 522 means that the request was able to connect to your web server, but that the request didn't finish. The most likely cause is that something on your server is hogging resources. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d84a1b299941b09 • Your IP • Performance & security by Cloudflare Salah satu tarian tradisional yang terkenal di pulau Jawa adalah tari Serimpi. Tarian ini termasuk ungkapan seni komunitas bangsawan Jawa di masa lalu. Asal tari Serimpi dari daerah Surakarta dan Yogyakarta. Mengutip dari awal mula tarian ini berawal dari masa kerajaan Mataram, ketika Sultan Agung memerintah tahun 1613-1646. Serimpi menjadi tarian sakral yang ditampilkan peringatan naik takhta sultan dan acara kerajaan. Tahun 1775 kerajaan Mataram pecah menjadi Kesultanan Yogyakarta dan kesultanan Surakarta. Perpecahan ini berdampak pada tarian Serimpi di kedua wilayah. Tari Serimpi Surakarta memakai prinsip dasar gerakan serimpi dari Yogyakarta. Perbedaan lebih kuat ditemukan dalam sajian teknis. Tari Serimpi di keraton Yogyakarta dianggap sebagai tarian sakral, seperti tari bedaya dan wayang wong. Tarian ini dilakukan oleh empat penari putri yang memiliki kostum sama dan bertemakan perang. Properti Tari Serimpi Gaya busana penari serimpi mengalami perubahan dan inovasi. Awalnya penari memakai busana pengantin putri kebesaran untuk menari. Contoh pemakaian busana pengantin putri dipakai untuk tarian Serimpi Renggawati. Busana tari serimpi lalu berkembang memakai kain seredan dan baju tanpa lengan. Tari serimpi memakai alat musik pengiring yang berfungsi sebagai pengiring, illustrator gerak, dan pengisi suara. Nama tari Serimpi juga diambil dari nama musik pengiringnya. Contohnya, tari serimpi pandelori diambil dari nama gending utama untuk musik pengiring, yaitu gending Pandelori Pelog Barang. Tari Serimpi Teja memakai nama dari gending pengiring Teja Laras Slendo Patet Manyura. Pola Lantai Tari Serimpi Ada tiga unsur komposisi gerak tari serimpi dari Yogyakarta yaitu unsur gerak tari, unsur tata busana, dan tema cerita yang diambil. !Tarian ini mengambil cerita dari Mahabarata, cerita Menak, dan legenda Jawa. Mengutip dari buku Tari Serimpi Ekspresi Budaya para Bangsawan Jawa, yang disusun oleh Arif E. Suprihono, pola sajian tari serimpi dibagi menjadi 3 bagian yaitu maju gawang, tarian pokok, dan mundur gawang. Berikut penjelasan pola lantai tari Serimpi 1. Maju Gawang Maju gawang disebut juga dengan kapang-kapang. Gerakan ini mengambil sikap jalan biasa dan dan sikap lengan tertentu menuju tempat pentas. Maju gawang adalah gerak berjalan yang menyesuaikan ritme iringan. Ketika melakukan gerak kapang-kapang disertai dengan belok kanan dan kiri. Rangkaian gerak ini diakhiri dengan sikap duduk. 2. Tarian Pokok Tarian pokok menggambarkan isi tema yang disajikan. Contohnya sajian perang antara dua tokoh, maka gerakan tari pokok diakhiri dengan adegan perang. 3. Mundur Gawang Gerakan mundur gawang kebalikan dari maju gawang. Setelah tarian pokok selesai, penari bergerak mundur. Gerakan tarian serimpi ini merupakan simbolisasi kehidupan manusia. Menurut pandangan filsafat Jawa, kehidupan manusia dibagi menjadi 3 tahapan yaitu lahir, hidup, dan mati. Tarian serimpi ini dianggap sebagai sarana untuk memberikan pandangan hidup kaum bangsawan. Gerakan tari srimpi ini dipengaruhi oleh pentas bangunan seperti pendapa. Koreografi tarian dipengaruhi oleh penempatan tiang-tiang penyangga di pendapa. Tiang penyangga memisahkan bagian kiri, tengah, dan kanan ruang pendapa. Makna Tari Serimpi Koreografi serimpi memakai inti cerita yang dibacakan langsung disebut pamaosan kandha. Kanda adalah ungkapan verbal yang berisikan latar belakang pementasan, tujuan diadakan pagelaran, dan ringkasan cerita dari tarian serimpi. Ada tiga sumber cerita untuk tarian Serimpi seperti kisah Mahabarata, cerita Menak, dan legenda Jawa. Tarian ini dilakukan oleh 4 orang perempuan yang menggambarkan unsur kegagahan prajurit. Tari serimpi yang berkembang di Pura Mangkunegaran memiliki gerak tari maju beksan dan gerak tari perang memakai keris dan panah. Gerakan ini mengacu pada gerak tari prajurit. Nama Tari Serimpi Yogyakarta 1. Serimpi Babar Layar2. Serimpi Dhempel 3. Serimpi Dhendhang Sumbawa 4. Serimpi Gambirsawit 5. Serimpi Genjung6. Serimpi Hadi Wulangunbrangta7. Serimpi Iim-irim 8. Serimpi Jaka Mulya 9. Serimpi Jebeng 10. Serimpi Jemparing 11. Serimpi Kadarwati 12. Serimpi Kandha 13. Serimpi Lala 14. Serim pi Ladrangmanis 15. Serimpi Layu-layu 16. Serimpi Lobong 17. Serimpi Ludiromadu 18. Serimpi Mijil 19. Serimpi Muncar/srimpi Cina 20. Serimpi Pandelori 21. Serimpi Pestul 22. Serimpi Pramugari 23. Serimpi Riyambada24. Serimpi Ranggajanur 25. Serimpi Ranumanggala 26. Serimpi Renggawati/Srimpi Hadi Wulangun brangta. 27. Serimpi Renyep 28. Serimpi Sangupati 29. Serimpi Sekarkina 30. Serimpi Sekarsemeru 3 1. Serimpi Sigramangsah 32. Serimpi Sudorowerti 33. Serimpi Tamenggita 34. Serimpi Teja35. Serimpi Tunjunganom 36. Serimpi Merakkesimpir 37. Serimpi Ringgitmunggeng kelir Tari Serimpi di Surakarta Serimpi Anglirmendung Serimpi Bondan Serimpi Dhempel Serimpi Ganda Kusuma Serimpi Gambirsawit Serimpi Gendiyeng Serimpi Glondongpring Serimpi Jayaningsih Serimpi Lobong Serimpi Ludiromasu Serimpi Muncar Serimpi Sangupati Serim pi Sukarsih Serimpi Tamenggita Tari Serimpi di Pura Mangkunegaran Serimpi Anglirmendhung Serimpi Mandrarini Tari Serimpi di Pakualaman Serimpi Gandrungwinangun Serimpi Mangungkung

tari serimpi sangupati merupakan contoh tarian